Senin, 18 Juni 2012

Beasiswa Kedokteran UI


Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan kesempatan bagi calon-calon dokter untuk mendapatkan beasiswa :

Scholarship | FKUI adalah salah satu lembaga pendidikan kedokteran terkemuka yang menjadi acuan nasional dan hingga saat ini masih menjadi pilihan bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dengan dibukanya berbagai jalur masuk ke UI, (antara lain, melalui PPKB dan SENAMPTN), maka mahasiswa yang menjalani pendidikan Program Sarjana Reguler di FKUI – pun berasal dari berbagai wilayah di Indonsia dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Sejalan dengan itu, timbul permasalahan dalam biaya pendidikan di FKUI dan biaya hidup di Jakarta yang menjadi kendala dan hambatan bagi para calon mahasiswa, sehingga calon mahasiwa berkecil hati dan pesimis, merasa tidak mampu menjalani pendidikan di FKUI.

Mengecap pendidikan, termasuk pendidikan tinggi adalah hak setiap warga negara Indonesia. Oleh sebab itu, disusunlah suatu program yang bernama Beasiswa Paripurna untuk Bangsa (BPuB), yang dibiayai dari dana beasiswa Universitas Indonesia untuk memperluas akses mahasiswa berpotensi dengan latar belakang ekonomi yang kurang. Program ini khusus untuk mahasiswa jenjang Sarjana Reguler Kedokteran yang tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup dan fasilitas akademik. Dengan diadakannya program ini diharapkan dapat terbentuk dokter-dokter berkualitas yang berbakti untuk bangsa.

SELEKSI tahap I

Hal-hal yang harus disiapkan oleh calon penerima beasiswa antara lain:

Sudah diterima sebagai mahasiswa UI 2012 pada jenjang Sarjana Reguler
Surat pengajuan permohonan Beasiswa Paripurna Untuk Bangsa ditujukan kepada Panitia Seleksi BPuB*
Portofolio kegiatan ekstrakulikuler selama di SMA
Fotokopi laporan akademik(raport)
Esai bertemakan “Peranku kelak dalam memajukan kesehatan di daerahku”. 1500 – 2000 kata*
*ditulis tangan, dalam folio bergaris

Berkas dikirimkan melalui email ke hpeq@fk.ui.ac.id dan pos yang ditujukan kepada:

Panitia Seleksi BPuB

Bagian Kemahasiswaan FKUI

Jln. Salemba Raya No. 6

Jakarta 10430

Tenggat waktu pengiriman email dan berkas adalah 3 (tiga) minggu cap pos setelah pengumuman penerimaan mahasiswa UI.

Kriteria penerima beasiswa antara lain:

Dari hasil seleksi tahap I, tim evaluasi akan memilih mahasiswa yang ulet, jujur, dan memiliki riwayat pendidikan yang baik dan dianggap membutuhkan beasiswa ini untuk mengikuti seleksi selanjutnya yaitu psikotes dan wawancara oleh tim seleksi.
Mengajukan Penyesuaian Biaya Pendidikan melalui proses BOP-Berkeadilan dan Beasiswa Uang Pangkal
Setelah dinyatakan LULUS ujian psikotes dan wawancara dan berhak menerima beasiswa, mahasiwa HARUS menandatangani PERJANJIAN BERSEDIA TIDAK MENIKAH selama menerima beasiswa dan bersedia menjalani segala konsekuensinya
Penerima beasiswa harus memenuhi kewajibannya, yaitu

Mempertahankan prestasi akademik dengan IPK minimal 2,75.
Harus ikut aktif minimal satu kegiatan ekstrakurikuler
Senantiasa berkomunikasi dengan pembimbing akademik (PA), minimal satu bulan sekali.
Membuat catatan dan bukti penggunaan dana beasiswa yang dilaporkan kepada PA secara periodik satu bulan sekali, sebelum tanggal 10.
Selalu bersikap sopan dan menjunjung tinggi etika, tidak melanggar tata tertib kehidupan kampus, dan tidak terlibat dalam tindak pidana apapun.
Menyimpan dana beasiswa dalam rekening tabungan.
Mau bekerja dan berniat untuk membangun daerah yg membutuhkan
Penerima beasiswa berhak:

Menerima dana beasiswa sesuai jadwal disbursement. Disbursement dana:

Living cost Rp. 9.000.000,- per semester dibayarkan kepada mahasiswa setiap tanggal 10 pada awal semester melalui Koordinator Kemahasiswaan dan Alumni FKUI ( setelah menyelesaikan pertanggungjawaban pengeluarannya sebelum tgl 10 awal semester tersebut)
Uang buku Rp. 6.000.000,- per tahun dibayarkan kepada mahasiswa setiap tanggal 1 pada awal tahun akademik melalui Koordinator Kemahasiswaan dan Alumni FKUI (mahasiswa wajib menyerahkan bukti penggunaan pembelian bukunya)
Dana survey daerah Rp. 5.000.000,- per kunjungan per tahun (untuk tahun 2, 3 dan 4) dibayarkan pada tanggal 1 di awal semester genap setelah mahasiswa menyerahkan rincian tertulis rencana survey.
Didampingi dan dipantau oleh PA
Mendapatkan “Kakak Angkat”, yaitu mahasiswa senior yang dapat membantu mengatasi kesulitan akademik maupun nonakademik.
Sisa uang beasiswa menjadi milik mahasiswa penerima
Mendapatkan konseling apabila membutuhkan.

Jumat, 06 Mei 2011

Informasi Beasiswa Voucher Pascasarjana ITB 2011

bagi teman-teman dan saudara-saudari yang berburu beasiswa ITB telah membuka kembali Beasiswa Voucher Pascasarjana ITB 2011 untuk lebih lengkap silahkan akses link dibawah ini : http://www.sps.itb.ac.id/announcement/beasiswa-voucher-2011/

Semoga bermanfaat



haris Manjawakang

Informasi Beasiswa Ikatan Dinas

Untuk teman, sodara, adik-adik atau ponakan yang ingin kuliah tetapi tidak ingin membebani biaya kuliah kepada orang tua, atau tamat kuliah langsung penempatan di Kementerian RI, alternatifnya bisa daftar ke:

1. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online (4 april s.d. 20 Mei 2011 di www.stis.ac.id). Lokasi kuliah Jakarta

2. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

3. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), pendaftaran online (21 Februari s.d. 11 Agustus 2011 di www.mmtc.ac.id). Lokasi kuliah di Yogyakarta

4. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara, pendaftaran online diwww.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor

5. STKS – Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial RI. Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung, Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura, Palu. Info diwww.stks.ac.id

6. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

7. IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi, Makassar.

8. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns-kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.


Salam


Haris

Senin, 24 Januari 2011

ARRAY pada Bahasa C

Pengenalan ARRAY pada Bahasa C

ARRAY merupakan koleksi data dimana setiap elemen memakai nama dan tipe yang sama serta setiap elemen diakses dengan membedakan indeks Array nya. Berikut adalah contoh variable bernama c yang mempunyai lokasi memori yang semuanya bertipe int. C[0] -45,C[1] 6,C[2] 0,C[3],72,C[4] 1543,C[5] 43,C[6] 4.


Deklarasi ARRAY

Variable array dideklarasikan dengan mencantumkan tipe dan nama variable yang diikuti dengan banyaknya lokasi memori yang ingin dibuat.

Bentuk Umum :

< Tipe data nama_array[ukuran] >

Contoh :

int c[7] = {-45, 0, 6, 72, 1543, 43, 4}


Contoh Algoritma

  1. Tentukan elemen array sebanyak yang diinginkan (dalam hal ini, elemen array tersebut berjumlah 12 buah)
  2. Tentukan nilai awal indeks, batas akhir indeks dan kenaikannya (dalam hal ini, nilai awal indeks adalah 0, batas akhir indeks adalah jumlah elemen array diatas yaitu 12 dikurangi dengan 1, kenaikannya adalah 1)
  3. Lakukan perulangan sesuai dengan langkah 2
  4. Lakukan penjumlahan masing-masing elemen array sampai batas akhir indeks terpenuhi
  5. Tampilkan penjumlahan semua elemen array
  6. Selesai.

Contoh Program

#include <stdio.h>

#define SIZE 12

main()

{

int a[SIZE]={1, 3, 5, 4, 7, 2, 99, 16, 45, 67, 89, 45};

int indeks, total =0;

for(indeks=0; indeks<=SIZE-1; indeks++)

total += a[indeks];

printf("Total setiap elemen array adalah %d",total);

return 0;

}



Penjelasan

Adapun keterangan dari program diatas adalah sebagai berikut :

Hasil penjumlahan setiap elemen array diperoleh dari jumlah data atau elemen array sebanyak 12 buah yang sudah didefinisikan pada awal program yaitu #define SIZE 12. Kemudian setiap elemen array dari a[0] yang berisi data, a[1] yang berisi data 3 di jumlahkan sampai dengan a[11] yang berisi data 45. Proses penjumlahan dilakukan pada loop dimulai dari 0 sampai data yang terakhir atau elemen terakhir.



Kamis, 15 Juli 2010

Materi Kuliah

Bagi Mahasiswa AMIKOM yang mengambil mata kuliah sistem berkas untuk bahan UAS silahkan didownload

Rabu, 05 Mei 2010

Pencarian Interpolasi Pada Sistem Berkas

Berbeda dengan pencarian biner yang memilih posisi rekaman yang akan dibandingkan berikutnya tepat ditengah berkas yang belum diperikasa, pencarian interpolasi adalah menentukan posisi yang diestimasi dari sisa rekaman yang belum diperiksa.(Asumsinya Numeris).
Algoritma pencarian interpolasi memiliki kerumitan dalam hal perhitungan untuk menentukan posisi rekaman yang akan diperiksa berikutnya dibandingkan dengan pencarian biner tetapi algoritma pencarian interpolasi memiliki kinerja yang baik untuk rekaman-rekaman yang memiliki kunci yang mendekati seragam.


Rumus :

awal = 1
akhir = n
Berikut = awal + (Nilai cari - Nilai awal)/(Nilai Akhir - Nilai Awal) x (Akhir - Awal)


Jika Kunci Cari lebih besar dari pada Kunci Berikut maka Awal sama dengan Kunci berikut ditambah satu
Jika Kunci Cari lebih kecil dari pada Kunci Berikut maka Akhir sama dengan Kunci berikut dikurangi satu

Contoh : anda memiliki rekaman 10,20,30,40,50,60,70,80,90.kita mau mencari nilai 80

Langkah-langkah:

Iterasi I

awal = 1 => merupakan kunci awal
akhir = 9 => merupakan kunci akhir
berikut = 1 + (80 - 10)/(90 - 10) x (9 -1) =>(1 merupakan kunci awal, 80 merupakan nilai cari, 10 merupakan nilai awal,90 adalah nilai akhir)

= 1 + (70)/(80) x (8)
= 1 + (0,875) x (8)
= 1 + (7)
= 8

Kc : Kb => 80 = 80Ketemu pada iterasi pertama

Pencarian Biner Pada Sistem Berkas

Pada rekaman yang sudah diurutkan dapat diperkecil dengan menggunakan pencarian biner. Jika kunci cari lebih kecil dari pada kunci tengah maka bagian berkas dimulai dari kunci tengah sampai akhir berkas dieliminasi. Sebaliknya jika kunci cari lebih besar dari pada kunci tengah maka bagian berkas dimulai dari awal berkas sampai kunci tengah

Rumus :

awal=1
akhir=n
tengah= 1+n/2

Jika Kc > Kt maka tengah +1
Jika Kc< Kt maka tengah - 1

contoh :

anda memiliki rekaman 10,20,30,40,50,60,70,80,90.kita mau mencari nilai 70

langkah-langkah :

iterasi I

awal = 1
akhir = 9 =>(didapat karena jumlah berkas 9)tengah = 1+9/2 = 5 =>5 merupakan nilai tengah

Kc : Kt = 70 > 50 =>(70 adalah nilai yang dicari & 50 adalah nilai yang didapat dari kunci tengah)

Awal = tengah + 1= 5+1=6 =>(5 merupakan kunci tengah)

Iterasi II

awal = 6
akhir = 9
tengah = 6+9/2 = 7.5 = 7 =>(nilai sisa dibuang sehingga menjadi 7)

Kc : Kt = 70= 70

Ketemu pada itersi II